1. Luas Lingkup Kebijakan

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UMJ adalah kegiatan sistematik dan sistematis di UMJ yang didorong oleh kebutuhan dan kesadaran internal (internally driven) untuk menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan di UMJ. SPMI diperlukan untuk menetapkan, melaksanakan, mengevaluasi, mengendalikan dan meningkatkan kinerja penyelenggaraan Catur dharma di UMJ secara konsisten dan berkelanjutan. Cakupan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah pada aspek Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan standar mutu perguruan tinggi. Berdasarkan Permenristekdikti Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi melalui implementasi PPEPP. Program Penjaminan Mutu UMJ dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan untuk menjamin : a) kepuasan pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), b) transparansi, c) efisiensi dan efektivitas, dan d) akuntabilitas pada penyelenggaraan Catur Dharma pendidikan tinggi oleh UMJ

2. Tujuan dan Strategi

             Tujuan dari Kebijakan SPMI UMJ

  1. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Caturdharma Pendidikan Tinggi di lingkungan UMJ sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.
  2. Mewujudkan tentang penyelenggaraan catur transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholder) tentang penyelenggaraan caturdharma pendidikan tinggi sesuai dengan standar yang ditetapkan.
  3. Mengajak semua pihak di lingkungan internal dan eksternal UMJ untuk bekerjasama mencapai tujuan dengan berpedoman pada standar mutu dan secara berkelanjutan berupaya untuk meningkatkan mutu.
  4. Mendapatkan pengakuan kualitas akademik UMJ baik di level nasional maupun internasional sesuai dengan visi yang telah dicanangkan

Strategi yang diupayakan sehingga keberhasilan pelaksanaan SPMI-PT tercapai diantaranya :

  1. Melakukan mobilisasi sumberdaya yang dimiliki
  2. Meningkatkan kerjasama antar multistakeholder secara sinergi
  3. Sosialisasi program sehingga seluruh stakeholder memahami dokumen kebijakan yang dibuat sehingga dapat diimplementasikan dengan baik pada setiap aras
  4. Melakukan siklus SPMI dengan mengimplementasikan metode PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan)

3. Prinsip Dasar Sistem Manajemen SPMI

a. Penetapan

BPM bersama unit penanggung jawab standar terkait merumuskan pernyataan standar dan indikator-indikator ketercapaiannya. Selanjutnya pimpinan, menetapkan standar berdasarkan usulan dari BPM

b. Pelaksanaan

Standar yang sudah ditetapkan, pencapaiannya diupayakan oleh unit terkait yang bertanggung jawab untuk itu. Unit terkait harus mencantum kan tahapan pencapaian standar dalam bentuk program kerja yang operasional dalam Renstra yang realistis dengan target sasaran yang terukur dan waktu pencapaian yang ditentukan

c. Evaluasi

Unit yang terkait dalam perumusan standar bersama BPM, bertanggung jawab untuk melaksanakan evaluasi pelaksanaan program untuk mencapai standar, pihak yang bertanggung jawab mengevaluasi pelaksanaan standar melakukan pemantauan terhadap ketidaksesuaian/penyimpangan terhadap pelaksanaan standar.